Masjid Kiai Marogan terletak di Kertapati Palembang. Dekat masjid ini terdapat stasiun kereta api Kertapati Palembang. Lokasi masjid ini terletak di muara Sungai Ogan yang bertemu dengan Sungai Musi. Untuk menuju masjid ini masuk dari pintu stasiun Kertapati. Dari stasiun terus nanti mentok di ujung jalan terdapat masjid ini. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Kota Palembang. Masjid ini dinamakan masjid Kiai Marogan diambil dari sebutan nama nama daerah yakni Muara Ogan disingkat menjadi Moragan. Derah ini merupakan asal usul ulama besar asal Palembang yakni KH. Abdul Hamid. Ulama besar ini terkenal dengan sebutan Kiyai Marogan. Dalam masjid ini terdapat makan Kiyai Merogan beserta keluarga dan zuriatnya. Masjid ini banyak dikunjungi para perdarahan dari berbagai daerah. Bangunan masjid terlihat masih mempertahankan desain klasik kuno ciri khas masjid asli Sumatera Selatan. Bagian barat masjid ini terdapat Sungai Musi dan bagian utara terdapat Sungai Ogan. Konstruksi bangunan bagian atas masih menggunakan kayu. Pilar pilar masjid bagian dalam ada juga yang masih berbahan kayu. Pada bagian selatan masjid ada komplek pemakaman. Di sini terdapat makam Ki Marogan beserta istrinya (Raden Ayu Salma binti Pangeran Adi Kesumo) dan zuriatnya. Halaman masjid ini cukup luas bisa menampung banyak kendaraan perdarahan. Saya dan istri melaksanakan sholat tahiyatul masjid dan sholat zuhur di masjid ini pada hari ini minggu 1 Pebruari 2026. Saya dan istri setelah menghadiri pesta pernikahan anak guru SMP ku Pak Sajarudin, S.Pd, M.Si. Selain sholat sunat dan wajib saya juga ziarah ke makam Ki Merogan di sebelah bangunan utama yang masjid ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar